Halaman

Kamis, 16 Agustus 2012

Dakwah Tauhid Mempersatukan Umat Dan Tidak Memecah Belah

Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan ditanya : Sungguh telah menyebar -alhamdulillah- seruan kepada manhaj salaf dan berpegang teguh dengannya, akan tetapi ada orang yang mengatakan: "Sesungguhnya dakwah ini (dakwah salafiyah) tidak lain hanyalah akan memecah belah barisan (kaum muslimin, pent) dan mengkoyak-koyakkan, serta menjadikan sebagian mereka memerangi sebagian yang lain. Sehingga mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri dan meninggalkan (memerangi, pent) musuh-musuh mereka yang hakiki. Apakah ini benar, dan apa nasehat Syaikh?

Jawaban.
Ini adalah pemutarbalikan hakekat (fakta), karena sesungguhnya berdakwah kepada tauhid dan manhaj salaf ash-shalih itulah yang mampu menyatukan kalimat, dan menyatukan barisan (kaum muslimin) sebagaimana firman Allah Ta'ala:

"Artinya : Dan berpegang teguhlah dengan tali Allah secara keseluruhan, dan jangan kalian berpecah-belah." [Ali-Imran: 103]

Dan firman-Nya:

"Artinya : Sesungguhnya ini adadalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Rabbmu, maka beribadahlah kepadaKu." [Al-Anbiya: 92]

Maka tidak mungkin kaum muslimin bisa bersatu kecuali di atas kalimat tauhid dan manhaj salaf, karena apabila mereka dibolehkan memilih manhaj-manhaj yang menyelisihi manhaj salaf maka bercerai berai dan berselisihlah mereka, sebagaimana kenyataannya demikian.

Siapa yang menyeru kepada tauhid dan manhaj salaf, itulah orang yang menyeru kepada persatuan, sedangkan orang yang menyeru (umat) untuk menyelisihi manhaj salaf maka dialah yang menyeru kepada perpecahan dan perselisihan.[1]

Apabila kaum muslimin di atas tauhid dan manhaj salaf, maka mereka berdiri di depan musuh, dalam satu barisan. Dan apabila mereka berpecah-belah dalam berbagai manhaj maka mereka tidak akan mampu menghadapi musuh mereka.

[Disalin dari kitab Al-Ajwibatu Al-Mufiah ?An-As-ilah Al-Manahij Al-Jadidah, edisi Indonesia Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah, Pengumpul Risalah Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al-Haritsi, Penerjemah Muhaimin, Penerbit Yayasan Al-Madinah]

2 komentar:

  1. Assalaamu'alaikum wa rahmatullaah,
    Saya sampai saat ini msh bingung apa yg dimaksud dgn DAKWAH TAUHID. Menyeru kpd tauhid, contohnya? Apakah mengajak org sholat, mengaji, atau ...?
    Bagaimana contoh dakwah yg BUKAN DAKWAH TAUHID?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh,
      Dakwah tauhid yang dimaksud adalah mengajak manusia kepada suatu permasalahan yang paling penting/ prioritas utama dalam agama ini, yakni inti dakwah para rasul ‘alaihimus salam agar manusia beribadah hanya kepada Allah dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya sebagai realisasi dari perintahNya : Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (QS. An Nahl:36).
      Termasuk didalamnya mengajak orang untuk shalat, mengaji, ...dst.
      Dakwah ini tidak menyeru kepada golongan tertentu, kecuali kepada apa yang pernah ditempuh(manhaj)Rasulullah, para shahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in, dan yang mengikuti mereka (salafush shalih). Tidak bergolong2an dan tidak membangun wala' dan bara' diatas golongan tertentu, kecuali atas kaum muslimin.
      Sungguh dakwah yang mengajak kepada label/golongan tertentu dalam ummat ini bukanlah dakwah tauhid yang dimaksud, tetapi dakwah pemecah belah ummat. Wallahu a'lam

      Hapus