Halaman

Kamis, 27 Oktober 2016

APA ALASANMU ( Ketika Allah menanyakannya kelak..)

Anas radhiyallahu ‘anhu pernah didatangi oleh seseorang dan berkata padanya:

“Wahai Abu Hamzah, aku menjumpai sebuah kaum yang mendustakan syafa’at dan azab kubur.” Maka beliau katakan: “Mereka adalah para pendusta, maka janganlah kamu bercampur-gaul bersama mereka.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah (2 /448 ) dan sanadnya Ia ba’sa bihi)



Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Janganlah kamu duduk-duduk (bercampur-gaul) bersama pengekor hawa nafsu dan bid’ah kerana perkara itu akan menjadikan hatimu sakit.” (Isnadnya sahih, lihat asy-Syarii’ah (atsar no. 55) dan dikeluarkan pula oleh Ibnu Baththah (619) dari jalan al-Ajurri)


Sudah saatnya anda meninggalkan mereka yang menyimpang.....!

1 komentar:

  1. Syafaat menurut mereka hanya pertolongan di dunia, bila ada syafaat di akhirat menurut mereka tidak adil, tidak masuk akal? Mereka memahami agama mengandalkan akal manusia lemah. Begitupun menalar azab kubur, bila manusia dibakar jadi abu terus dikubur azab kuburnya bagaimana? Padahal beriman pada akhirat / berita ghaib itu diluar logika, namanya saja iman/ keyakinan.

    BalasHapus