Hendaknya seseorang segera memohon ampun kepada Allah jika ia memiliki keyakinan sebagaimana yang didengungkan oleh Abdullah Chakrawaali dalam Majalah Isyaatul Qur’an III / hal. 49, ia berkata : "Sesungguhnya Al-Majid (Al-Qur’an) telah menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam agama ini dengan terperinci dan terjelaskan dari semua aspeknya. Maka apa butuhnya kita terhadap wahyu yang khafi (tidak tertulis) dan kepada As-Sunnah ?" Ucapan seperti ini adalah racun yang disuntikkan oleh kaum salibis untuk meruntuhkan Islam. Anehnya, orang-orang yang berpikiran seperti ini menamakan diri mereka Qur’aniyyin (ahlul qur’an). Sidang pembaca yang budiman, saatnya antum melihat bagaimana sikap Al-Qur’an sendiri terhadap mereka. Ikutilah untaian wacana berikut ini, untuk mengetahui kedudukan As-Sunnah, dan mengetahui pula penyimpangan pola pikir yang berusaha menggeser As-Sunnah sebagai sumber hukum.
Rabu, 16 Januari 2013
Jumat, 04 Januari 2013
Orang Mukmin Yang Berdosa Yang Masuk Ke Dalam Neraka Akan Keluar Dengan Syafaat
Inkar sunnah berkeyakinan bahwa orang mukmin yang berdosa yang sudah masuk ke dalam neraka tidak akan pernah bisa keluar dari neraka dengan syafaat. Mereka berdalil dengan ayat-ayat Al-Qur’an berikut:
Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya."(QS. As-Sajdah: 20)
“Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.” (QS. Al-Baqarah: 167)
“Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka memperoleh adzab yang kekal.” (QS. Al-Maidah: 37)
“Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at.” (QS. Al-Muddatstsir: 48)
Mereka yang berpegang pada zhahir ayat-ayat ini saja maka akan menolak hadits-hadits tentang dikeluarkannya orang mukmin dari neraka dengan syafaat walaupun derajat hadits tersebut mutawatir. Berikut beberapa hadits tentang dikeluarkannya orang mukmin dari neraka:
Sabtu, 29 Desember 2012
SAUDARAKU, JANGAN SALAH SANGKA
Berbagai
tanggapan masuk terkait blog ini, mulai dari sanjungan sampai cacian-cacian,
begitu juga tuduhan-tuduhan dan kemarahan. Namun tidak sedikit yang memberikan
dukungan, bahkan ada yang berharap agar tulisan saya dituangkan dalam bentuk
buku. Puji syukur kepada Allah yang telah mengkaruniakan jalianan komunikasi
yang baik walau lewat blog atau facebook, juga telepon.
Rabu, 26 Desember 2012
Antara Akal Sehat dan Hawa Nafsu (Tinjauan Syar’i Terhadap MTA)
Bismillah
http:// alklateniy.wordpress.com/2012/ 12/16/ download-daurah-boyolali-antara -akal-sehat-dan-hawa-nafsu-16- des-2012/
Download Rekaman Bedah Buku: "Antara Akal Sehat dan Hawa Nafsu, Tinjauan Syar'i Terhadap MTA (Majelis Tafsir Al Qur'an)"
Oleh Al Ustadz Abu Ibrohim 'Abdul Malik Al Bughuri (Murid Syaikh Muhammad Al Imam, Yaman)
Berikut ini adalah rekaman daurah bedah buku yang telah terselenggara pada:
- Hari : Ahad
- Tanggal : 3 Shafar 1434 / 16 Desember 2012
- Tempat : Masjid Ma’had An Najiyyah, Gununglondo, Boyolali, Jawa Tengah
- Tema : Antara Akal Sehat dan Hawa Nafsu (Tinjauan Syar’i Terhadap MTA)
- Pemateri : Al Ustadz ‘Abdul Malik (Murid Syaikh Muhammad Al Imam, Yaman)
http://
Download Rekaman Bedah Buku: "Antara Akal Sehat dan Hawa Nafsu, Tinjauan Syar'i Terhadap MTA (Majelis Tafsir Al Qur'an)"
Oleh Al Ustadz Abu Ibrohim 'Abdul Malik Al Bughuri (Murid Syaikh Muhammad Al Imam, Yaman)
Berikut ini adalah rekaman daurah bedah buku yang telah terselenggara pada:
- Hari : Ahad
- Tanggal : 3 Shafar 1434 / 16 Desember 2012
- Tempat : Masjid Ma’had An Najiyyah, Gununglondo, Boyolali, Jawa Tengah
- Tema : Antara Akal Sehat dan Hawa Nafsu (Tinjauan Syar’i Terhadap MTA)
- Pemateri : Al Ustadz ‘Abdul Malik (Murid Syaikh Muhammad Al Imam, Yaman)
Barakallahu fiikum.
NB: (bukan promo) yang butuh bukunya, bisa menghubungi Al Akh Sholeh 082136605401
Jumat, 14 Desember 2012
STANDARISASI KEBENARAN DALAM ISLAM
Sudah suatu kelaziman dalam berbagai bidang keahlian maupun produk tertentu harus memenuhi standarnya; sehingga keabsahan, kualitas dan validasinya terjamin dan dapat dipertanggungjawabkan. Kalau tidak demikian halnya, tentu semua orang bisa berkata atau berbohong dan melanggar berbagai aturan main dan kaidah yang sudah baku yang ditetapkan dan disepakati para ahli pada setiap bidang keilmuan.
SEBUAH DISKUSI
Anjing itu haram mas, Jangan berdalih di Al-quran tidak ada yang mengharamkannya, Bukankah Rasulullah sudah menjelaskannya?
----------------------------
Erni Kusuma Dewi: Yaaaaahhhh.....masalah ini lagi! Dah basi, Mas! Mbok ya, mbahas yang lain. Yang lebih baru, gitu. Dah bosan saya!
Selasa, 11 Desember 2012
HADIST KEUTAMAAN AKAL SEMUANYA DUSTA
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Al Manar Al Munif
fi Ash Shohih wa Adh Dho’if” menyebutkan tentang derajat hadits keutamaan akal.
Ini akan mematahkan argumen para pengagum akal. Karena dari sisi keotentikan
hadits yang mereka bawakan pun cacat. Sehingga mustahil dijadikan sebagai
hujjah.
Beliau rahimahullah berkata, “Hadits-hadits yang
membicarakan tentang akal, semuanya dusta.”
Senin, 10 Desember 2012
Syafa’at Bagi Pelaku Dosa Besar
Dari Ibnu Darah -bekas budak yang dimerdekakan oleh ‘Utsman bin ‘Affan- dia berkata: Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata, “Aku adalah orang yang paling mengetahui tentang syafa’at Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada
hari kiamat.” Orang-orang pun berpaling kepada beliau. Mereka berkata,
“Beritahukanlah kepada kami, semoga Allah merahmatimu.” Abu Hurairah
berkata: Yaitu beliau berdoa, “Ya Allah, ampunilah setiap muslim yang
beriman kepada-Mu dan tidak mempersekutukan-Mu dengan sesuatu apapun.”
(HR. Ahmad, sanadnya dinilai hasan, lihat al-Ba’ts karya Ibnu Abi Dawud, hal. 49)Senin, 03 Desember 2012
Siapakah Dia Ahli Hadits/ Ahlusunnah itu?
Siapakah Ahlul Hadits / Ahlusunnah
Mereka yakni siapa-siapa yang berjalan diatas jalan Sahabat
Rasulullah dan mengikutinya dalam perkara kebaikan, dalam mengamalkan
Kitab (Al Quran) dan Sunnah, dengan menggigit (keduanya) dengan gigi
geraham mereka (berpegang teguh), dan memahami secara tepat ( yaitu,
Qur'an dan Sunnah), (yang keduanya) harus didahulukan daripada statemen
atau perkataan siapapun dan bertindak diatasnya – mengimaninya, atau
beramal dengannya dalam bentuk dan jenis peribadahan, tindakan, politik
atau hidup sehari-hari.
Langganan:
Postingan (Atom)




